Pengaruh
One Direction menjadi pembicaraan
setelah berhasil menembus pasar musik Amerika
Serikat hanya dalam waktu beberapa minggu dengan satu debut album
saja. Membuat rekor di tangga lagu Amerika Serikat, Billboard 200.
Prestasi mencengangkan ini membuat mereka mencatatkan diri sebagai artis
Inggris pertama yang memasuki Billboard dan langsung melesat ke posisi puncak
dengan album perdana, menyingkirkan rekor sebelumnya, Bruce
Springsteen dan Adele dari puncak tangga lagu. Rekor ini bahkan juga melewati
rekor musisi Inggris lainnya seperti The Rolling Stones dan The Beatles.
Kehadiran mereka dianggap sebagai pembawa kembali jaman keemasan yang dulu
dihiasi para jawara boy band seperti Backstreet
Boys, Westlife dan 'N Sync. Penampilan panggung mereka selalu dipadati
Directioners (istilah untuk penggemar One Direction). Oleh sebab itu, tidak
berlebihan bila mereka dijuluki sebagai pembawa wabah Inggris baru, atau "British
Invasion" di Amerika Serikat dan diseluruh dunia.
Neil McCormick dari The Daily Telegraph menerbitkan sebuah
artikel tentang fenomena kesuksesan One Direction di Amerika Utara.
Menurutnya, AS telah menyediakan celah di pasar musiknya yang menyebabkan masih
ada anak-anak muda lainnya yang berhasil menembusnya setelah Justin Bieber
beberapa tahun silam. Bill Werde, perwakilan dari majalah Billboard
berkomentar: "Ada banyak kemungkinan di sini, salah satunya adalah jika
bakat yang bagus diiringi dengan penampilan yang bagus juga, maka itu
benar-benar badai yang sempurna untuk sebuah kesuksesan, kesuksesan yang
fenomenal. Sementara itu, Sonny Takhar, direktur Syco Records berpendapat
mengenai peranan media sosial: "Inilah faktanya. Media
sosial telah menjadi radio baru. Mereka (One Direction) hidup disana. Begitu
juga penggemar mereka, dan ini membantu menciptakan ilusi bahwa mereka bisa
lebih dekat dengan penggemar mereka. Hingga Mei 2012, tercatat akun Twitter
One Direction telah mengumpulkan lebih dari 12 juta pengikut, lebih dari 204
juta penonton di Youtube
dan 4 juta penyuka di Facebook.
Gaya
musik
Genre album pertama One
Direction sebagian besar didominasi oleh pop,
yang berorientasi ke dance-pop, teen pop,
pop rock
dan power pop
serta dipengaruhi oleh electropop dan rock. Album ini secara
umum mendapat ulasan positif dari para kritikus. "Up All Night"
dipuji karena sasarannya terhadap pendengar yang berusia remaja. Robert Copsey
dari Digital Spy menyatakan
bahwa "Up All Night" didominasi oleh pop rock,
sedangkan The New York Times menganggap album ini
bergenre "rock dengan infleksi pop. Jason Lipshutz dari Billboard
berpendapat bahwa album ini "mendemonstrasikan sebuah orisinalitas dalam
suara yang diperlukan untuk kebangkitan kembali era boy band", juga
membandingkan "harmoni pop" mereka dengan grup-grup seperti 'N Sync,
Backstreet
Boys dan 98 Degrees. Lagu "One Thing"
dan "What Makes You Beautiful" secara
khusus dikatakan memiliki genre power pop dan pop rock
dengan chorus yang "kuat”.
Secara vokal, Erica Futterman dari Rolling Stone
mengapresiasi penampilan akustik mereka lewat "kemampuan Horan dalam bermain gitar
serta kualitas vokal One Direction saat tampil secara langsung".Cameron
Adams dari Herald Sun berpendapat
bahwa One Direction memiliki "suara pop yang kuat". Sebaliknya, Chris
Richards dari The Washington Post menyatakan: "sulit
untuk membayangkan mereka berlima akan menjadi versi masa depan dari Justin
Timberlake, Ricky Martin atau Bobby Brown.
Tidak ada suara yang menonjol". Jane Stevenson dari Canoe menulis:
"Saya tidak benar-benar yakin bahwa mereka bisa menyanyi dalam
konser." Mike Wass dari situs Idolator menganggap bahwa "berdasarkan
pencapaian yang mereka capai, membuktikan bahwa One Direction lebih dari mampu
untuk meningkatkan kualitas suara mereka di masa depan. Horan mengomentari One
Direction sebagai sebuah boy band: "Orang-orang berpikir bahwa boy band
adalah lelaki yang menari dan semuanya berpakaian sewarna. Kami adalah boys
dalam sebuah band. Kami sedang berusaha untuk melakukan sesuatu yang berbeda
dari apa yang orang pikirkan tentang boy band, dan kami hanya mencoba
untuk menjadi diri kami sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar